Sumpahan Sebuah Fantasi
By : liaArisaIa bermula secara tiba-tiba
terlihat serigala akan kelibat kain merah dari kejauhan.
Jauhnya dalam belantara penuh pertanyaan,
tertangkap cebisan bayangan misteri,
Fikiran membuahkan amaran penuh sangsi,
Lari si gadis hoodi merah ketakutan di hati.
Namun pertemuan demi pertemuan,
ia bagaikan senario terkesan di sudut hati,
kisah tercipta tanpa rangka,
antara realiti dan fantasi,
Si gadis hoodi merah menggapai realiti,
meningggalkan skrip fantasi,
yakin melangkah di jalanan pilihan.
"Ku ingin bersua denganmu,
ku ingin menyentuh hangatnya tanganmu,
ku ingin berbicara dengan dirimu,"
Ia adalah satu kisah mustahil.
Di jalanan realiti,
di jalanan fantasi,
mengeluh si gadis hoodi merah menyusun kata,
menjadi bait melodi kekecewaan.
"Kejamnya kisah yang dilakar,
sumpahan jatuh menyelubungi kita,
takdir yang menimpa tak akan berubah,
kenapa ia terjadi pada dirimu?
mengapa ia terjadi pada diriku?
Sang Serigala dan si Gadis Hoodi Merah."
Hari-hari terus berlalu,
sang serigala menanti penuh sinar,
Terbiasa dengan denai yang saban hari dilalui si gadis,
namun pada hari ini,
juga saat ini,
sang serigala tak mampu untuk menggapai,
memerhati dari jauh memendam perasaan.
Terlihat si gadis akan bayangan di balik pohonan,
seperti selalu di hari-hari lain,
namun langkah diteruskan melepasi denai,
berpura tidak mengetahui.
"kau tidak memandangku,
dan suaraku tidak pernah sampai padamu,"
hanya keluhan demi keluhan tersisa dibibir,
namun itu yang terbaik,
daripada hati terus terluka dek penghalang tak kelihatan,
merintih hati Sang Serigala dan si Gadis Hoodi Merah.
Ku ingin berbicara namun tak bisa,
ku ingin menyentuhmu namun tak mampu,
jika ini adalah cinta,
kita tak perlu saling bicara,
kerna kita tak mampu untuk mengubah jalan kisahnya.
Berbisik sendirian sang serigala,
sejujurnya ku ingin bertemu si gadis hoodi merah,
rautmu yang cantik dan aku yang terpesona,
namun pertemuan ini telah terikat pada jalan akhir kisahnya,
doa ku lontarkan agar dipertemukan,
tetapi kita tetap Sang Serigala dan Si Gadis Hoodi Merah.
Aku cintakan kamu,
ku ingin menghapus air matamu,
Tapi ku tahu kita tak bisa,
Walau bagaimanapun cara telah ku lakukan,
sumpahan ini tidak akan pergi,
Taring dan kuku tajam ini tak akan hilang.
Jadi ku hanya bisa menunggu air matamu hapus,
ku akan berada disebalik pohonan ini,
memerhati langkahmu selamanya.
cc; The wolf that fell in love with little red riding hood.
Tag :
RINDU,
FAKE
By : liaArisaI could not deserve more than now,
I should be happy as who I am.
I am smilling better than before,
I must cherish the heart,
I should not ask for more.
I'll keep reminding myself every single time,
This is the place that I stood up.
I'll never leave this stage,
I'll keep smile in this invisible cage.
Crying all day long behind this brightest smile,
I should not show the suffered me to the world.
I rather be as happy as I can in front of the old world.
Tag :
RINDU,
Destinasi
By : liaArisaMungkin aku tak sepatut nya berada di sini.
Mungkin aku perlu melangkah pergi,
Menuju destinasi baru tiada perasaan,
Tinggalkan sebuah hati di belakang,
Layangkan perasaan jauh dari jasad,
Lepaskan kelopak memori terkunci,
Tinggalkan segala membeku dingin.
Sepasang kaki memijak bumi,
Melangkah jauh dingin mengigit,
Senyuman terukir memujuk jasad,
Agar sampai destinasi yang tak pasti.
Kehangatan kian meninggalkan tubuh,
Kulit memutih kian kelihatan,
Kesejukkan memeluk tidak terasa,
Hanya kedingian membeku dari dalam.
Mendongak memandang dada langit,
Melihat putihnya sang alam,
Menangkap cebisan sisa- sisa masa lalu,
Menerbangkan kembali pulang ke tempatnya,
Kerna destinasiku tak pernah wujud,
Akan tiba satu masa aku tersenyum kembali,
Satu rasa y muncul dari lubuk hati paling dalam,
Namun masa itu terlalu jauh untuk pandangan si mata hati,
Apatah lagi untuk genggaman hangat..
Mungkin aku perlu melangkah pergi,
Menuju destinasi baru tiada perasaan,
Tinggalkan sebuah hati di belakang,
Layangkan perasaan jauh dari jasad,
Lepaskan kelopak memori terkunci,
Tinggalkan segala membeku dingin.
Sepasang kaki memijak bumi,
Melangkah jauh dingin mengigit,
Senyuman terukir memujuk jasad,
Agar sampai destinasi yang tak pasti.
Kehangatan kian meninggalkan tubuh,
Kulit memutih kian kelihatan,
Kesejukkan memeluk tidak terasa,
Hanya kedingian membeku dari dalam.
Mendongak memandang dada langit,
Melihat putihnya sang alam,
Menangkap cebisan sisa- sisa masa lalu,
Menerbangkan kembali pulang ke tempatnya,
Kerna destinasiku tak pernah wujud,
Akan tiba satu masa aku tersenyum kembali,
Satu rasa y muncul dari lubuk hati paling dalam,
Namun masa itu terlalu jauh untuk pandangan si mata hati,
Apatah lagi untuk genggaman hangat..
Tag :
RINDU,
Harapan
By : liaArisaSememangnya aku ingin menyampaikan kisah padamu, namun aku tak mampu untuk mengungkapnya. Bibir aku kelu, aku sendiri tak mampu untuk luahkan segala. Tapi untuk aku mengungkapnya. Bisakah aku?..
Wahai sang hati, mati lh separuh dari rasa mu. Tinggal lah hanya sisa sisa untuk ku terus menuju ke hadapan. Harapanku hanya satu, agar aku terus tersenyum. Aku ingin melupai segala memori lalu. Namun memori itu kerap kali muncul menghapus masa yang aku ada. Memori y terus menghantui setiap jalan y aku langkah. Aku ingin bebas seperti burung-burung terbang di langit biru.
Aku ingin terus melangkah tanpa memikirkan masa lalu. Namun, bukan mudah untuk ia lesap begitu sahaja..
Aku harap aku bisa tersenyum menutup segala, menyayangi apa y dhadapanku.
Aku ingin bebas tersenyum seperti sebelumnya. Aku ingin bebas menyayangimu. Bisakah aku? Berjuta persoalan tiada jawapan. Aku menangis dan terus menangis namun tiada y terzahir. Hanyalah jeritan tanpa suara.
Wahai sang hati, mati lh separuh dari rasa mu. Tinggal lah hanya sisa sisa untuk ku terus menuju ke hadapan. Harapanku hanya satu, agar aku terus tersenyum. Aku ingin melupai segala memori lalu. Namun memori itu kerap kali muncul menghapus masa yang aku ada. Memori y terus menghantui setiap jalan y aku langkah. Aku ingin bebas seperti burung-burung terbang di langit biru.
Aku ingin terus melangkah tanpa memikirkan masa lalu. Namun, bukan mudah untuk ia lesap begitu sahaja..
Aku harap aku bisa tersenyum menutup segala, menyayangi apa y dhadapanku.
Aku ingin bebas tersenyum seperti sebelumnya. Aku ingin bebas menyayangimu. Bisakah aku? Berjuta persoalan tiada jawapan. Aku menangis dan terus menangis namun tiada y terzahir. Hanyalah jeritan tanpa suara.
Tag :
RINDU,
Assalamualaikum
By : liaArisaAda banyak persoalan yang ada dalam fikiran aku. Betulkah apa yang aku lakukan sekarang. Ya aku terluka dengan apa yang pernah berlaku. Aku sakit dengan apa y terjadi. Namun, sekarang aku didampingi sidia yang menyayangi aku. Tapi, ada soalan y sering bermain difikiran. Jujurkah aku pada perasaanku sendiri? Aku menyayanginya, tapi kadang aku takut. Betulkah aku menyayanginya setulus hatiku? Aku kerap bertanya pada hatiku. Aku perlu jawapan dari dasar lubuk hatiku. Aku tak mahu menyayanginya hanya kerna kebaikan nya. Aku ingin menerima segala peribadinya. Aku ingin terus berada disisinya. Aku kadang keliru....
Kadang muncul soalan di benak hati.
Layakkah aku mendampingi dia. Layakkah aku bersama dia. Layakkah aku yang tak punya apa2 ini. Biarpun dia menerima aku seadanya. Namun aku merasakan yang aku tak layak. Aku rasa tk layak untuk berdiri sama paras dengan dia. Aku sendiri tak mampu untuk menerima diri aku kdang2. Tapi dia sanggup menerima aku seadanya. Dia terima buruk baik aku. Tapi layak kah aku.. Persoalan y aku sendiri tak pasti apa jawapannya..
Aku berharap, aku akn terus menyayanginya. Aku berharap dia boleh membimbingku ke jalan y benar.
Tapi, klu andai satu hari nanti dia juga berlalu pergi, aku dh berjanji dgn diri aku. Aku takkan halang dia walaupun sedikit. Aku tahu itu y terbaik untuk dia. Apa yang aku harapkan dia akn trus bahagia sepanjang hidupnya.
Kadang muncul soalan di benak hati.
Layakkah aku mendampingi dia. Layakkah aku bersama dia. Layakkah aku yang tak punya apa2 ini. Biarpun dia menerima aku seadanya. Namun aku merasakan yang aku tak layak. Aku rasa tk layak untuk berdiri sama paras dengan dia. Aku sendiri tak mampu untuk menerima diri aku kdang2. Tapi dia sanggup menerima aku seadanya. Dia terima buruk baik aku. Tapi layak kah aku.. Persoalan y aku sendiri tak pasti apa jawapannya..
Aku berharap, aku akn terus menyayanginya. Aku berharap dia boleh membimbingku ke jalan y benar.
Tapi, klu andai satu hari nanti dia juga berlalu pergi, aku dh berjanji dgn diri aku. Aku takkan halang dia walaupun sedikit. Aku tahu itu y terbaik untuk dia. Apa yang aku harapkan dia akn trus bahagia sepanjang hidupnya.
Tag :
RINDU,
Assalamualaikum
By : liaArisaAssalamualaikum, hai semua.. Lama sudah rasanya tak menjenguk blog ni, haha biasa la tak sempat nak belek. Hmm bukannya apa, kadang-kadang malas dtambah pula dgn kolej dan sekarang pun baru selesai hantar assignment suma, tapi tup tup dah nak final exam pula... Doakan saya ye 😊. Mudah-mudahan segalanya dipermudahkan Allah. Nanti selesai final exam, masuk kelas MQA dan akhirnya masuk praktikal pula, berdebar hati ni..
Insyaallah habis semua aku nk jadi anak y berguna kpd family aku. Sebagai anak sulung, aku sedar tanggungjawab tu lebih berat untuk aku pikul, lebih banyak perkara yang perlu aku ambil tahu dan selesaikan.. Insyaallah tahun ni adik no 3 SPM. Mudah- mudahan semua akn berjalan dengan lancar. Jadi aku perlu kuat dan terus melangkah untuk adik2 aku. Banyak impian aku yang aku nak capai. Tapi dalam banyak2 impian tu, ada satu impian y aku nak sangat capai, iaitu aku nak beli semua benda y mak abah, adik2 aku nak selama ni. Aku nak tgk wajah gembira diorg, aku taknak tengok mak aku kesana-sini demi sesuap nasi untuk anak2 nya. Aku nak bawak mak abah berjalan ke tempat yang mereka mahu. Aku nak belikan baju baru untuk adik2. Aku nak senangkan diorg. Aku skrg tk mampu dari segi kewangan. Aku kdang cemburu dgn ksenangan orang lain. Namun, aku sedar aku perlu bersyukur atas kehidupan yang aku lalui sekarang, walaupun kehidupan ku begini, aku bersyujur dan gembira dgn apa y aku ada sekarang. Insyaallah aku akan terus melangkah menuju kehidupan y lebih baik. 😊
Insyaallah habis semua aku nk jadi anak y berguna kpd family aku. Sebagai anak sulung, aku sedar tanggungjawab tu lebih berat untuk aku pikul, lebih banyak perkara yang perlu aku ambil tahu dan selesaikan.. Insyaallah tahun ni adik no 3 SPM. Mudah- mudahan semua akn berjalan dengan lancar. Jadi aku perlu kuat dan terus melangkah untuk adik2 aku. Banyak impian aku yang aku nak capai. Tapi dalam banyak2 impian tu, ada satu impian y aku nak sangat capai, iaitu aku nak beli semua benda y mak abah, adik2 aku nak selama ni. Aku nak tgk wajah gembira diorg, aku taknak tengok mak aku kesana-sini demi sesuap nasi untuk anak2 nya. Aku nak bawak mak abah berjalan ke tempat yang mereka mahu. Aku nak belikan baju baru untuk adik2. Aku nak senangkan diorg. Aku skrg tk mampu dari segi kewangan. Aku kdang cemburu dgn ksenangan orang lain. Namun, aku sedar aku perlu bersyukur atas kehidupan yang aku lalui sekarang, walaupun kehidupan ku begini, aku bersyujur dan gembira dgn apa y aku ada sekarang. Insyaallah aku akan terus melangkah menuju kehidupan y lebih baik. 😊
Tag :
SEDIH,

